Saturday, November 4, 2017

Sifat Utama yang Wajib Dihindari Oleh Seorang Blogger

Chat on Whatsapp

Hari ini saya dikejutkan oleh tingkah laku teman-teman blogger pada salah satu Group yang membahas tentang perkembangan sebuah blog dan pendapatan adsense.

Tingkah laku itu berupa tanggapan negatif yang menurut saya sangat miris untuk dibahas. Bahkan sering membuat saya senyum-senyum sendiri sekaligus mengelus dada ketika pertanyaan saya dijawab oleh tanggapan-tanggapan seperti itu.

Pada artikel kali ini saya akan membahas soal Sifat Utama apa yang Wajib Dihindari Oleh Seorang Blogger?

Sifat Utama yang Wajib Dihindari Oleh Seorang Blogger

MUNAFIK


Kenapa saya harus membahas sifat munafik ini ? Apa hubungannya dengan perkembangan blog? Simak ulasan saya berikut ini.

Saya sering temui sifat Munafik yang mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Sifat inilah yang sebenarnya mempengaruhi nilai DA (read: Domain Authority) dan PA (read: Page Authority) pada sebuah blog.

Bingung yah ?

Coba kamu ingat-ingat kembali dengan kebiasaan kamu selama membangun sebuah blog. Apakah kamu pernah bersikap munafik ?

Mungkin point-point dibawah ini bisa sedikit membantu ingatan teman-teman.

1. Copy Paste Artikel

Ternyata masih banyak yang salah mengartikan aktifitas Copy Paste ini. Copy Paste yang Munafik menurut saya, adalah menyalin artikel orang lain tanpa adanya Backlink dan tanpa adanya perubahan kalimat sedikitpun.

Berbeda dengan aktifitas Re-write Artikel lho teman-teman. Dimana si penulis harus mengumpulkan beberapa referensi terlebih dulu, dan menulis kembali untuk dijadikan sebuah rangkuman dari beberapa sumber referensi yang didapat.

Teman-teman bisa membedakan bukan antara Copy Paste dengan Re-Write ?

Mirisnya lagi, ketika si pelaku Copy Paste tidak mengakui perbuatannya, dan mengaku-ngaku bahwa artikel yang di Copas itu adalah artikel miliknya.

Hayooo.. siapa disini yang suka Copy Paste Artikel ?

Jujur saya sendiri pernah melakukan aktifitas Copas Artikel dari sumber-sumber terpercaya. Namun setelah blog saya terkena DMCA, saya langsung menghapus satu per satu artikel lama hasil copas dari blog lain itu.

Setelah itu, saya hilangkan aktifitas Copas dan saya lebih sering membuat artikel yang berisi Opini terhadap suatu perkara dalam aktifitas blog. Dan saya juga Re-Write Artikel dari berbagai sumber referesi.

Hasilnya, sedikit demi sedikit blog saya kembali pulih dari hukuman DMCA.

Baca juga : Jangan Nekat Hapus Artikel Lama


2. Terpaksa Blogwalking

Ini sering sekali kita temui di beberapa group yang membahas tentang Blogger dan Adsense. Pada artikel lama saya tentang Blogwalking menjelaskan manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan dari aktifitas blogwalking ini.

Tapi apa hubungannya dengan Sikap Munafik ?

Nah Blogwalking yang saya bahas kali ini adalah Blogwalking yang sifatnya terpaksa. Hayooo.. Apakah teman-teman disini ada yang pernah merasa terpaksa untuk melakukan aktifitas blogwalking ?

Terpaksa = Munafik


Terpaksa melakukan blogwalking karena adanya tawaran Kunjungan Balik dari yang membuat postingan.


Aktifitas ini sebenarnya bisa membuat ranking blog menjadi turun dimata pencarian google, tapi ada kemungkinan akan meningkat dimata Pembaca apabila artikel yang kamu ulas memiliki kualitas yang baik.

ketika kita mengunjungi blog orang lain, maka harus ada yang mengunjungi blog kita

Tergantung kamu lebih memilih yang mana diantara Disukai Oleh Mesin Pencari Google atau Hanya Disukai oleh pembaca ?

Baca juga : Tips Sukses Blogwalking


3. Terpaksa Komentar

Seperti yang saya jelaskan pada point kedua diatas bahwa Terpaksa sama dengan Munafik.

Nah begitu juga dengan Komentar, ada beberapa postingan yang mengajak teman-teman untuk saling blogwalking sekaligus meninggalkan komentar.

Coba perhatikan pada kata Saling, kata itulah yang membuat alam bawah sadar kita berfikir bahwa akan adanya upah yang sesuai dengan perjanjian.

Jadi begini maksud saya.

Ketika kita melihat postingan singkat dari salah satu anggota group yang berisi ajakan untuk Saling Blogwalking dan Meninggalkan Komentar, Maka sejak saat itu kita akan selalu berfikir bahwa :

ketika kita meninggalkan Komentar pada blog orang lain, maka Penulis blog tersebut wajib meninggalkan Komentar pada blog kita juga.

Menurut saya malah terkesan seperti Jual Beli Komentar yah teman-teman ? Maka dari itu kita harus tahu teknik berkomentar yang baik terlebih dulu supaya tidak selalu di anggap spam oleh system blog.

Bukan begitu ?

Berikan pendapat kamu di kolom komentar jika ada kalimat saya yang salah.

4. Terpaksa Klik Iklan

Lagi-lagi ini soal iklan yang saya bahas. Permintaan klik iklan atau lebih dikenal sebagai Ad Click Exchange pada dasarnya memiliki sifat yang munafik. Kenapa saya katakan seperti itu ?

Karena seorang publisher blogger memang mengharapkan penghasilan yang tinggi dari platform iklan yang diikuti, seperti Adsense, Bidvertise, A-ads, Kumpul Blogger dan masih banyak platform iklan lain yang sangat berpotensi untuk mendulang uang dari aktifitas blogging.

Tapi apa jadinya ketika seorang blogger mengajak saling Blogwalking + klik Iklan ? Pastinya Iklan tidak akan relevan dengan isi konten. Dan itu salah satu penyebab kecilnya nilai BPK (read: Biaya Per Klik).

Dan yang membuat saya miris, kenapa masih banyak penulis blog yang munafik dengan anti klik iklan di blog lain, ketika sedang mendapatkan referensi dari pencarian google ?

Sedangkan penulis blog tersebut sebenarnya mengharapkan adanya klik iklan dari setiap pengunjungnya.

Dan masih banyak blogger yang menggunakan Adblock Browser untuk menyembunyikan iklan dari blog lain. Ada lho blogger yang memasang script anti adblock dalam blognya padahal blogger tersebut memasang adblock juga pada browsernya.

Baca juga : Cara Mengalihkan Visitor dari UC Browser


Dan tanpa disadari, akan muncul tindakan yang mengkhawatirkan si pemilik blog yaitu Bom Klik. Pernah dengar soal Bom Klik ? Dan bagaimana cara mencegah dan menangani bom klik adsense? Klik tombol dibawah ini untuk cara mengatasinya


Berikan pendapat kamu mengenai Terpaksa Klik Iklan yang saya maksud pada point ini pada kolom komentar

5. Memberikan Pendapat Tapi di Bully

Nah ini nih yang paling sering saya jumpai didalam group dan forum blogger. Ketika ada pertanyaan, pasti ada sebuah jawaban. Namun kita sering melihat jawaban-jawaban yang ngelantur bahkan membully orang yang bertanya.

Bayangkan jika kamu adalah seorang blogger pemula yang antusias terhadap strategi perkembangan blog. Pastinya kamu akan mencari mentor yang terbaik untuk memberikan arahan agar blog kamu berkembang.

Bukan begitu ?

Tapi lain persoalannya jika kamu bertanya dalam sebuah group atau forum. Tidak sedikit blogger yang menceritakan pengalaman berharganya untuk sekedar menjawab pertanyaan kamu.


Namun tidak sedikit juga blogger yang usil dan membuat gerah suasana group / forum tersebut dengan menjawab pertanyaan seenaknya.

Bahkan saya sendiri pernah dibully karena melontarkan sebuah pendapat yang salah.

Padahal seharusnya, anggota group yang ikut berpartisipasi dalam diskusi itu memberikan koreksi ketika ada pendapat yang salah dari anggota lain. Bukan malah membully anggota yang memberikan pendapat.

Dan lebih parahnya lagi, ada blogger yang usil yang menjalankan jingling visitor yang meresahkan dan pastinya beresiko untuk blogger pemula seperti saya.

Baca juga : Cara Mengatasi Jingling AutoVisitor


Apakah kamu termasuk blogger yang senang bully teman-teman blogger lain ? bully yang saya maksud ada kaitannya dengan perkembangan blog. Lain cerita jika sedang bercanda dengan teman blogger lain dan saling bully.

6. Menyebar SPAM Link

SPAM Link jelas berbeda pengertiannya dengan Promosi. Aktifitas menyebar Spam Link sebenarnya bisa dilakukan dimana saja, seperti dalam sebuah Group / Forum , atau bisa juga didalam sebuah komentar.

SPAM Link memang sudah menjadi hal buruk bagi seorang blogger.
  • Apakah kamu menyukai blogger yang sebar link dalam komentar blog kamu ?
  • Ketika bertanya didalam sebuah group, apakah banyak yang menjawab dengan Link tanpa Caption?

Sepertinya saya tidak perlu membahas lebih panjang soal SPAM Link ini karena saya yakin teman-teman disini sudah paham hubungan antara SPAM Link dengan sifat Munafik. Lebih baik menciptakan backlink yang berkualitas daripada harus SPAM Link.

Nah mungkin yang saya temui sampai saat ini baru 6 point diatas untuk sekedar mengingat beberapa kebiasaan kamu saat mengembangkan blog pribadi kamu. Jika kelima point diatas tidak ada dalam diri kamu, berarti kamu tidak termasuk seorang blogger yang munafik.

Perkembangan suatu Blog sebenarnya mudah. Yaitu ketika kita sebagai sesama blogger bisa saling menghargai usaha dan kerja keras sebagai penulis bukan saling mengelabuhi. Sifat Munafik ini lah yang akan menurunkan tingkat kedewasaan seseorang untuk saling menghargai.

Dan Sifat ini jugalah yang akan membantu untuk menurunkan kualitas blog yang sedang kamu bangun.

Tertarik untuk memelihara Sifat Munafik ?


Sekian dulu Tanggapan saya tentang Sifat Utama yang Wajib Dihindari oleh Seorang Blogger. Jika ada point yang kurang, teman-teman bisa tambahkan melalui kolom komentar yah.

Mohon maaf jika ada salah ucapan yang menyinggung teman-teman blogger lain.

Previous
Next Post »

KASIH KOMENTAR DISINI

BLOGGER
DISQUS
Pilih System Komentar

6 comments

Wah saya baru tahu antara copas dan rewrite, seharusnya rewrite juga cantumkan link sebagai bahan referensi.

Btw, makasih ya informasi yg lengkapnya.

Balas

iya bang oji, kebetulan lagi saya buat artikelnya tentang Copas dan Rewrite, makanya belum saya cantumkan link nya mas..

Terima kasih sudah mampir ^_^

Balas

Boleh juga macam-macam munafik Blogger demi DA PA. . Iya nih BW masih harus rajin lagi saya

Balas

Betul mas.. tapi hati-hati dengan aktivitas BW ternyata bisa menurunkan ranking SERP juga lho

Balas

Hmm.. Menurut saia lebih ke etika gan kalo soal BW..
Soalnya ibarat seorang udah bertamu ke rumah kita, maka akan lebih baik kalo kita gantian bertamu ke rumahnya...

Tentu dengan komentar yang baik dan relevan pula dengan postingan..

Balas

iya mas benar, kembali ke pendapat masing-masing sih yah mengenai Blogwalking.

Kalau penjelasan diatas kan saya tekankan dengan kata "Terpaksa"

Jadi apapun metodenya, kalau masih dengan unsur terpaksa, sepertinya akan tetap disebut munafik sih mas. hehe

Balas